homepage

Kamis, 27 Januari 2011

Tafsir Ayat Ahkam

1.      Nama kitab
At Tafsir Ayaat Al Ahkam
2.      Riwayat hidup penulis
Muhammad Ali Al Sayis dilahirkan di kota Matubis[1] yang ada di kabupaten Kafru Al Syaikh, salah satu dari kabupaten yang menghadap ke laut di Mesir pada tahun 1319H/1899M, beliau menghafal Alqur’an secara keseluruhan ketika beliau berusia sembilan tahun. Beliaupun belajar dan menamatkan keilmuannya disana sehingga beliau sangat pandai dan menjadi salah satu yang alim di Al Azhar, ketika itu umur beliau adalah 28 tahun, beliau tinggal di kota Asyuth, kemudian Ali Al Sayis pindah kuliah pada jurusan Ushuluddin sebagai dosen pada jurusan tersebut, sehingga beliau diangkat menjadi dekan kuliah fakultas ushuluddin, kemudian menjadi dekan fakultas syariah pada tahun 1957 M, kemudian beliau mendapatkan gelar kedoktoran  tahun 1927 M, penghargaan khusus bidang syar’i pada tahun 1932M, kemudian beliau menjadi salah satu anggota ulama pembesar Mesir 1950M, beliaupun menjadi salah satu anggota majlis tertinggi di Al Azhar mulai tahun 1953-beliau wafat[2].
Dari beberapa informasi yang penulis dapat bahwa beliau adalah salah satu  dosennya Qurais Shihab(penulis tafsir al misbah) ketika belajar di al azhar.
Muhammad Ali Al Sayis meninggal ketika fajar hari Rabu awal Dzul Hijjah 1396H/1976M.

3.      Karya-karya beliau
Beliau banyak menulis buku diantaranya adalah[3]:
a.      Tarih Al Tasri’ Al Islamy
b.      Tahdiid Awaail Al Syuhur Al Arobiyah
c.       Tankiihu Wa Tashiihu Tafsir Ayat Al Ahkam
4.      Pendapat ulama
Menurut doktor Fahdi Al Rumy tentang beliau dan karyanya mengatakan:
و العجيب ان هذا الكتاب لا يعرف له المؤلف ، ولعل هذا وضعه أحد المشايخ لتلاميده في الأزهر ثم تناوبته أيدي المشايخ من بعده بالحذف والاضافة و التنقيح و التغيير و النحوذلك، فلم ينسبه أحد لنفسه، فبقي مجهول المؤلف"
Barulah beliau(Muhammad Ali Al Sayis) mentashih dan mengoreksi kitab beliau.
5.      Pengertian umum penafsiran
Penafsiran ini lebih cenderung pada huhum fiqh, ditulis beliau untuk para mahasiswanya yang belajar pada kuliah Syariah Universitas Al Azhar yang terbagi dalam empat tahun ajaran.
Tafsir tersebut terbagi atas empat jilid dalam satu kitab yang ada empat tahap tahun ajaran sesuai dengan pengajaran kuliah Syariah Universitas Al Azhar  Kairo dan tafsir tersebut 814 halaman yang terbagi dalam empat sanah, yang pertama 176, yang kdua 238, yang ketiga 192 dan yang ke empat 208[4].
Tafsir ayat ahkam ini menjelaskan tentang ayat-ayat hukum yang ada dalam Alqur’an ats dasar faham ahlu sunnah wa al jama’ah atau madzhab empat, dan juga menggunakan dasar tertibnya surat dan ayat-ayatnya. tidak menggunakan bab-bab seperti dalam kitab fiqh, akan tetapi seluruh ayat-ayatnya behubungan dengan hukum.
Penulis(beliau ustad Muhammad Alai Al Sayis) tidak memberikan kata pengantar ataupun metode yang beliau pakai  ketika menulis tafsir ini, akan tetapi tafsir ini untuk pengajaran dengan menyertakan seluruh pendapat ulama mdzhab empat dan juga pendapat yang paling kuat dan dalam kitab tafsir ini tidak didapati pendapat beliau yang lebih condong kepada salah satu madzhab seperti halnya ulama-ulama fiqh yang kadang leebih condong kepada apa yang diyakininya ataupun yang di pelajarinya[5].
6.      Cetakan kitab
Kitab tafsir ini di cetak sebanyak tigakali cetakan[6], yaitu :
a.       Cetakan yang pertama di Kairo pada tahun 1356 H/1937 M.
b.      Cetakan yang kedua di Kairo pada tahun 1373H/1954M.
c.       Cetakan yang terahir dipercetakan Muhammad Ali Shobih, tanpa tahun.
Semua cetakan tidak di dapati adanya daftar isi, metode yang beliau pakai dalam menulis tafsir tersebut. Pada jilid yang pertama dimulai dengan penyebutan daftar ayat dalam surat Al Baqarah[7], pada jilid kedua dimulai dengan runtutan ayat dari surat Ali Imron, surat An Annisa, surat Al Maidah, surat Al An’am dan juga surat Al A’raf[8], pada jilid yang ketiga di mulai dengan penyebutan ayat dari surat Al Anfal, surat At Taubah, surat An Nahl, surat Al Isra’, surat Al Hajj, surat An Nur[9],sedang yang terahir terbagi dalam dua bagian: bagian yang pertama ayat-ayat ahkam dari surat Lukman sampai pada surat Al Hujurat, sedanga bagian yang kedua dari surat Al Waqi’ah sampai pada surat Al Muzammil[10].
7.      Metode yang di pakai
Melihat secara langsung dari kitab tafsir ayat ahkam karya ustad Al Syaikh Muhammad Ali Al Sayis yang telah di jelaskan bahwa tidak ada informasi tentang metode yang dipakai, akan tetapi melihat dari isi kitab tersebut bahwa metodenya adalah dimulai dari penjelasan tentang penyebutan beberapa ayat-ayat yang berhubungan dengan hukum, kemudian menyebutkan makna dariayat-ayat tersebut, kemudian menukil pendapat-pendapat ulama tentang ayat-ayat tersebut kemudian mengambil pendapat yang apling kuat diantara pendapat-pendapat tersebut. beliau juga menukil atsar-atsar dari nabi dan juga pengikutnya yaitu para sahabat, pendapat-pendapat madzhab empat, kemudian menerangkan kosakata yang termuat dalam ayat tersebut, kemudian hukum yang dapat diambil dari ayat tersebut.
Tafsir ini dalam satu sisi mudah dan juga dalam sisi yang lain susah, contohnya ketika membahas tentng sihir apakah itu benar ada apa tidak?didalamnya dijelaskan secara panjang lebar dan pendapat yang paling kuat datang dari mu’tazilah dan sebagian ahlu sunah bahwa sihir tidak ada, sesuai dengan perkataan mereka:
إنما أطلنا  في هذه المسـألة و ذكرنا كثيرا من خدع السحرة وتمويهاتهم ، وذكرنا قول كثير من أهل الملة من أن السحر لا حقيقة له، و ليس في قدرة الساحر شيئ من الأمور الخارقة ، لان الناس في مصر قد دخل عليهم من جزاء اعتقادهم في السحر شيئ عظيم. قكثيرا ما خدع السحرة بعض الناس يتخيلات و تمويهات ، واوهموهم انهم يستخرجون لهم كنوزا، او يحاولون بعض المعادن ذهبا ، حتى إذا آمنوا لهم وامكنهم الفرصة سلبوهم أموالهم[11]  
Dan dalam penjelasan yang lain lebih cenderung ringkas dalam menjelaskan tentang tentang dalil penguatan pendapat, atau penjelasan tentang pendapat-pendapat dan dalil-dalilnya.
Dan yang perlu diperhatikan seputar kitab ini adalah bahwa kitab tersebut tidak terdapat daftar isi, yang ada hanya tema-tema saja dan ayat-ayatnya, yang seharusnya menjadikan suatu kemmudahan bagi para pembaca, inilah salah satu kelemahan dari kitab ini, sampai sayapun kesulitan ketika saya ingin menganagkat tafsir ini sebagai bahan materi skripsi kemaren-kemaren. kemudian dalam kitab tafsir ini juga tidak pernah disebutkan daftarkitab rujukan beliau ketika menafsirkan ayat-ayat hukum sehingga ini juga mempersulit para pembacanya dalam mengorek informasi dari penafsiran, pendapat ulama dan sebagainya. akan tetapi tafsir ini juga mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu menjadi sala satu kitab tafsir ayat ahkamm yang pernah ada dan kitab ini adalah yang membahas ayat-ayat hukum secara jelas dan bermanfaat sekaligus banyak mengangkat tema kontemporer.

Daftar Rujukan
Muhammad Ali Ayazy.Al Mufassirun, Hayatuhum Wa Manhajuhum
Muhammad Ali Al Sayis. Al Tafsir Ayat Al Ahkam.tt


[1] Muhammad Ali Ayazy.Al Mufassirun, Hayatuhum Wa Manhajuhum. hal 101
[2] ibid 102
[3] Muhammad Ali Ayazy.Al Mufassirun, Hayatuhum Wa Manhajuhum. hal 102
[4] lihat pada Kitab Tafsir Ayat Ahkam Muhammad Ali Al Sayis.
[5] Muhammad Ali Ayazy.Al Mufassirun, Hayatuhum Wa Manhajuhum. hal 103
[6] ibid 101
[7] Muhammad Ali Alsayis. Tafsir Ayat Ahkam. Hal. 2
[8] Ibid. Hal 4 dari jilid kedua
[9] Muhammad Ali Al Sayis. Tafsir Ayat Ahkam hal.2 jilid 3
[10] Ibid hal 2 dari jilid ke empat
[11] Muhammad ali al sayis. Tafsir ayat ahkam hal. 19

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar